Dipukuli Suami, Perempuan Asal Bawean Tak Sadarkan Diri Sampai Dilarikan ke RS

 

Di lansir dari KLIKJATIM.Com , Gresik — Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) telah terjadi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Dalam peristiwa ini menimpa korban Robi’ah (35), warga RT 06 RW 02 Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura yang mengaku dipukuli oleh suaminya sendiri berinisial L (38). Akibatnya, korban pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Umar Mas’ud.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini berlangsung di rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (16/2/2021) silam. Ketika itu korban Robi’ah berada di rumah sendirian. 

Begitu korban memasuki kamar tidur, tiba-tiba datang suaminya dan disebut-sebut langsung memukuli korban di bagian kepala serta bagian wajahnya dicakar. Korban pun mengalami luka memar, bahkan berdarah di bagian wajah dan mulutnya.

Korban pun berteriak. Salah satu tetangga korban, Nur Aban yang rumahnya berdekatan telah mendengar jeritan tersebut dan langsung mendatangi sumber suara permintaan tolong pada saat itu.

“Namun setelah sampai di rumah korban, sudah terlebih dahulu datang beberapa orang perempuan untuk menolongnya tapi diancam oleh pelaku. Di antaranya Nur Asiyah, Rindiyani, dan Jamaliyah. Semua ketakutan, untung ada saksi Nur Aban. Dengan memberanikan diri pintu rumahnya didobrak karena dikunci dari dalam,” ungkap kuasa hukum korban, Bahruddin, Kamis (11/3/2021). 

Pelaku langsung ke luar setelah puas menganiayah korban. Saat itu korban sempat tak sadarkan diri, dengan kondisi wajah berdarah dan lebam, serta penuh luka bekas cakaran tangan. “Dengan cepat korban segera dibawa ke RSUD Umar Mas’ud Sangkapura,” tandasnya. 

Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Bawean ini mengaku telah mendampingi korban dalam menghadapi kasusnya untuk tetap berlanjut. Harapannya pihak kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan kasus KDRT tersebut. 

Dijelaskan, saat ini korban sudah melakukan visum. Semua saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Tapi sampai sekarang pelaku belum diminta keterangan oleh Polsek, alasannnya masih diupayakan mediasi. Namun semua itu sia-sia karena korban sudah tidak mau untuk mediasi. Korban meminta pendampingan untuk dilanjutkan ke ranah hukum. Karena kejadian ini bukan yang pertama kalinya. 

Sebelumnya korban dan pelaku pernah merantau ke Batam, di sana perkelahian yang serupa sering dilakukan sehingga korban pulang ke kampung halaman. Saat di kampung halaman, masih saja KDRT dilakukan oleh pelaku,” papar Bahruddin. 

Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Sangkapura, Aiptu Basuki Darianto mengatakan, pihaknya masih berusaha melakukan mediasi sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan antara pelaku dan korban. “Korban dan pelaku juga masih status suami istri. 

Jadi kami masih tetap melakukan secara kekeluargaan untuk kasus ini,” imbuhnya. (nul)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel