Ibu Lacurkan Putrinya Sendiri di Hotel Lotus, Raup Rp4,5 Juta, Kini Malah Tekor Tinggal Rp2 Ribu

 

"Modus operandi mengeksplorasi ekonomi dan seksual anak dengan menawarkan lewat aplikasi MiChat," ungkap Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Verawati Taib, Selasa (9/3/2021).

Sementara servis dipatok para muncikari dalam mengeksploitasi anaknya bertarif antara Rp700.000-Rp800.000 sekali main.

Ada juga servis pijat dan handjob dengan tarif Rp200.000 sampai Rp350.000.

"Setiap hari selalu ada pelanggan," tegas AKP Verawati Taib.

Kelompok mucikari asal Kota Bandung ini mengaku setiap hari selalu mendapatkan pelanggan yang order lewat MiChat.

Kasat Reskrim juga menjelaskan, mucikari NK merupakan ibu kandung dari T, sedangkan DK merupakan ayah tiri atau ayah sambungnya.

Saat membuka praktik jasa seksual di Kota Kediri, para muncikari menyewa dua kamar hotel dalam satu area.

"Kalau ada tamu muncikarinya tinggal pindah kamar," jelas AKP Verawati Taib.

Baca juga: Teddy Bukannya Bayar Aset yang Digondol, Minta Rp750 Juta ke Anak Sule, Janji Tak Bahas Warisan Lina

Sementara latar belakang orang tua yang tega memperkerjakan putri kandungnya sebagai pelayan seksual karena motif ekonomi.

"Ada punya utang, akhirnya membawa anaknya untuk prostitusi online," imbuh AKP Verawati Taib.

Praktik prostitusi online pun mulai ditekuni sang pasutri asal Bandung ini sejak awal pandemi Covid-19.

DK dan NR menopang ekonomi keluarganya hanya dari mencari barang rosok atau barang bekas untuk dijual kembali.

Namun semenjak pandemi virus Covid-19 melanda, penghasilan dari mencari barang rongsok semakin menurun.

Sementara DK dan NR harus menghidupi tujuh anak-anaknya.

Secara terus terang, NK mengakui, hasil dari prostitusi online untuk membeli kebutuhan keluarganya.

Seperti membeli bahan makanan, susu untuk anaknya yang masih balita, serta membayar utang-utang.

"Saya punya utang kekurangan membayar kontrakan dan membeli susu anak yang masih bayi," ungkap NR saat gelar kasus di halaman Mapolres Kediri Kota, Selasa (9/3/2021).

"Kerja saya hanya mencari rosok di pinggir jalan," ujarnya.

Rilis kasus prositusi online di Hotel Lotus Kediri (TribunJatim.com/Farid Mukarrom)

Dari hasil prostitusi online yang mempekerjakan T, pasangan DK dan NR telah mendapatkan pemasukan dari pria hidung belang di Kediri sekitar Rp4,5 juta. 

Namun, kebanyakan habis untuk membeli makan dan membayar sewa kamar hotel, sehingga hanya tersisa Rp2.400.

Sementara utangnya secara keseluruhan jumlahnya mencapai sekitar Rp3 jutaan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel