Saat Istrinya Bergumul Dengan Pria Lain Di Kamar Pria Ini Santai Menunggu Di Ruang Tamu

 

SRIPOKU.COM, KARAWANG--Prostitusi semakin hari semakin marak. Tak hanya itu prostitusi juga sudah menjadi bisnis keluarga. Orangtua jual anak dan suami jual istri.

Baru-baru ini, seorang ibu muda di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang membuat heboh warga sekitar. Diam-diam, cewek Karawang dan suaminya ini merintis bisnis prostitusi keluarga.

Suaminya yang berinisal AE (24) menjadi muncikari mama muda itu.


Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, aksi bejad AE terbongkarnya karena kecurigaan warga pada aktivitas di rumah AE.

"Awalnya karena kecurigaan warga terhadap aktivitas yang dilakukan di rumah AE," kata Oliestha kepada Tribun Jabar, Rabu (10/3/2021).

Saat itu, warga melihat adanya kendaraan tamu AE di depan rumahnya.
Namun pintu justru tertutup. Karena kecurigaan itu, warga mendatangi rumah AE.
Benar saja kecurigaan warga, ketika mendatangi rumah tersebut.

AE tengah berada di ruang tamu. Sementara itu, istrinya berada dengan pria lain di dalam kamar.

Istri AE tampak mengenakan pakaian minim saat berduaan di dalam kamar rumahnya bersama seorang pria tak dikenal.

"Saat di introgasi. AE mengaku telah melakukan praktek prostitusi dan menjual istrinya menjadi pekerja seks," katanya.

Ibu jual anak

Sebagai orangtua, seharnya memberikan memberi kehidupan yang layak dan jaminan masa depan yang cerah bagi anak-anaknya.

Namun, orangtua di Bandung, Jawa Barat ini malah menjadikan anaknya sebagai PSK.

Alasannya sungguh membuat setiap orang mengelus dada. ABG itu dijual untuk melunasi utang keluarga.

ABG itu berinisial T (15). Di usianya yang masih belia, ia harus bergelimang di dunia prostitusi demi keluarganya.

Kini ia mendapat pendampingan dan perlindungan dari Kementerian Sosial.

Akses tersebut diberikan karena status T yang merupakan anak di bawah umur dan sedang berhadapan dengan hukum.

Petugas sosial dari Kementerian Sosial yang ditugaskan mendampingi T, Bintaryana Anugraheni mengatakan, pendampingan dilakukan selama anak itu menjalani proses hukum.

"Kemarin kita dampingi mulai dari proses BAP sampai nanti proses persidangan," ujar Bintaryana di Mapolres Kediri Kota, Selasa (9/3/2021).

Sedangkan sisi perlindungan, lanjut dia, berhubungan dengan keamanan bagi korban.

Pihaknya mengupayakan tempat aman untuk tempat tinggal T hingga proses hukum berakhir.

"Juga ada pendampingan dari psikolog karena anak ini dalam posisi trauma," lanjutnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Bandung perihal rehabilitasi sosial. Rehabilitasi sosial itu akan dilakukan saat T kembali ke Bandung setelah kasus hukumnya tuntas.

Adapun kondisi korban, menurut Bintaryana, saat ini masih membutuhkan pendampingan karena trauma dengan peristiwa yang ada.

Apalagi, korban juga kehilangan temannya yang meninggal. "Masih trauma," jelas Bintaryana.

Sebelumnya, Polres Kediri mengungkap jaringan prostitusi online. Ada lima orang yang diamankan dalam prostitusi yang memaanfaatkan aplikasi pertemanan MiChat itu.

Kelima anggota jaringan itu yakni pasangan suami istri NK (38) dan DK (35) yang menjadi muncikari atas T (15) anak kandungnya, serta DR (22) yang merupakan adik dari DK yang berperan sebagai muncikari dari M (16).

Pengungkapan jaringan ini setelah polisi menyelidiki penemuan mayat M (16) di kamar hotel di Kota Kediri pada 28 Februari.

Setelah berhasil menangkap pelaku pembunuhan, yakni RP (23) pasangan kencan, polisi menemukan praktik prostitusi online itu.

Dari pemeriksaaan polisi pula, terungkap komplotan prostitusi online itu sudah singgah di berbagai tempat di Jawa Timur.

Untuk tersangka DR dikenakan Pasal 88 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 10 tahun atau denda Rp 200 juta. Adapun tersangka DK dan NK dikenakan Pasal 88 juncto Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 55 KUHP.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel